Showing posts with label kata indah. Show all posts
Showing posts with label kata indah. Show all posts

11 June 2010

SeTiTiS Airmata SeuLaS SeNYuMaN

Takkan ku tukar dukacita hatiku demi kebahagiaan khalayak.
Dan, takkan ku tumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa.
Ku ingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.

Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahsia kehidupan dan hal ehwal yang tersembunyi.
Seulas senyuman menarik ku dekat kepada putera kesayangan ku dan menjelma sebuah lambang pemujaan kepada tuhan.

Setitis airmata menyatukan ku dengan mereka yang patah hati;
Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaan ku dalam kewujudan.

Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.
Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwa ku setelah ku saksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang.

Telah ku dengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis daripada melodi yang termanis.
Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya.
tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.
Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan.

Setitis airmata dan seulas senyuman.
Air laut menjadi wap dan naik menjelma menjadi segumpal mega.
Awan terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran sungai dan kembali ke laut, rumahnya.Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan.

Bagai setitis airmata seulas senyuman.
Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega diatas pergunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.
Menuju samudera cinta dan keindahan - kepada Tuhan.

~ Khalil Gibran~

27 August 2009

MELANGKAH DENGAN DIA


melangkah itu mudah
namun mencari arah itu yg terkadang payah

mencari jalan itu mudah

namun memahami destinasi itu yg susah
menyusuri susur itu mudah

namun menuju noktah itu pasti mendatangkan lelah

dalam semua ini...

menjaga istiqamah itu paling susah, payah dan lelah

namun DIA amat faham bagi hambaNYA

DIA tidak meminta manusia menjadi yg terbaik

hanya perlu untuk melakukan yg terbaik

meletakkan sandaran dan keyakinan penuh kepadaNYA

lantas nescaya DIA akan menguruskan yg selebihnya

agar yg terbaik itu menjadi milik manusia

moga perjalanan kita
sentiasa di dalam lindungan dan penjagaan ALLAH SWT



notakakidantangan:
saya akan melangkah ke PARAM mencari tepung pelita
itu misi pada petang ini...

19 August 2009

PERKENANKAN AKU MENCINTAIMU SEMAMPU YG MUNGKIN


Tuhanku..
Aku masih ingat
Saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu
Lembar demi le
mbar kitab kupelajari
Untai demi untai kata para ustaz kuresapi

Tentang cinta para nabi

Tentang kasih para sahabat

Tentang mahabbah para sufi

Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam dijiwa dalam-dalam


Tapi
Ya Rabbi
Berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan, dan kemudian tahun berlalu..
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama,

tapi..

Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu

Aku makin merasakan gelisahku membadai

Dalam cita yang m
engawang
Sedang kakiku mengambang tiada menjejak bumi

Hingga aku terhempas ke dalam jurang

Dan kegelapan..


Wahai Illahi,
Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan,
dan kemudian tahun berlalu..

Aku mencuba merangkak, menggapai permukaan
bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Meratap, memohon dan
menghibaMu..

Allahu Rahmaan,

Illahi Rabbi..

Perkenankanlah aku mencintaiMu,

Semampuku..


Allahu Rahiim,

Illahi Rabbi..
Perkenankanlah aku mencintaiMu,

Dengan segala kelemahanku


Illahi..
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa, hingga Al-Musthafa saw.

Kerana itu izinkan aku mencintaiMu

Melalui keluh kesah pengaduanku kepadaMu
Atas derita batin dan jasadku..
Atas sakit dan ketakutanku


Yaa Rabbi,

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Sayyid Abu Bakar ra,

yang menyedekahkan seluruh hartanya

dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu

bagi diri dan keluarga

Atau layaknya Sayyid Umar ra,

yang menyerahkan separuh harta demi jihad

Atau Sayyid Utsman ra,

yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan agamaMu ..



Izinkan aku mencintaiMu,

Melalui seratus-dua ratus perak yang terhulur pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di sudut-sudut jambatan,

pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan..


Illahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu,

Dengan khusuknya solat salah seorang sahabat NabiMu,

hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam dikakinya
Kerana itu Ya Allah,

Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,

dalam solat yang kudirikan terbata-bata,

meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia..


Rabbi,

Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk becinta denganMu

Maka izinkanlah aku untuk mencintaiMu

dalam satu-dua rakaat lailku

Dalam satu-dua sunnah nafilahMu

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku


Yaa Rahmaan,

Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para hafidz dan hafidzah,

yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam

Perkenankanlah aku mencintaiMu,

Melalui selembar-dua lembar tilawah harianku

Lewat lantunan seayat-dua ayat hafalanku

Yaa Rahiim,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah ra,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya agamaMu.
Seandai para syuhada,yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan
mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu..
Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit
pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allahu Kariim,

Aku tak sanggup mencintaiMu diatas segalanya,

bagai Nabi Ibrahim as yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,

dan patuh mengorbankan pemuda permata hatinya..

Maka izinkanlah aku mencintaiMu didalam segalanya

Izinkanlah aku mencintaiMu
dengan mencintai keluargaku
Dengan mencintai sahabat-sahabatku

Dengan mencintai manusia dan alam semesta


Allahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbi

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa

Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku….



notakakidantangan:
agak lama nur tak update blog. jadi nur tempek naskhah ini dulu buat renungan kita bersama. nanti ada masa senggang nur akan bercerita. nur agak sibuk skit dgn tugas, terasa masa padat dan badan rasa penat. tak sabar tunggu esok...hari terakhir sekolah. pastu cuti satu minggu... weeeeeeeee! mengalahkan kanak2 ribena kan? biasalah.. nur kan cikgu ribena..hehe!


Hak Milik KeKaL NuR si CiKGu RiBeNa